Jumat, 22 Maret 2013

Kapita Selekta Ilmu Dakwah




A.    Pengertian Dakwah
Ditinjau dari etimologi atau bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da’aa-yad’u-da’watan yang artinya mengajak, menyeru, memanggil. Warson Munawwir, menyebutkan bahwa dakwah artinya memanggil (to call), mengundang (to invite), mengajak (to summon), menyeru (to propose), mendorong (to urge), dan memohon (to pray).
Dakwah dalam pengertian tersebut, dapat dijumpai dalam ayat-ayat Al-Qur’an
Artinya: Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku Termasuk orang-orang yang bodoh."
Dengan demikian, secara etimologi dakwah dan tabligh itu merupakan suatu proses penyampaian atas pesan-pesan tertentu yang berupa ajakan atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi ajakan tersebut.
Pengertian dakwah menurut para ahli, di antaranya:
v  Menurut Prof. TohaYahya Omar, M.A, dakwah ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di duniadan di akhirat.
v  Menurut H. M. Arifin, M. Ed dakwah mengandung pengertian sebagai suatu ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain, baik secara individual maupun kelompok, agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan, serta pengalaman terhadap ajaran agama sebagai message yang disampaikan kepadanya dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan.
v  Menurut Dr. M. Quraish Shihab dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat.
v  Sedangkan menurut Dr. Muhammad Sayyid Al-Wakil, dakwah ialah mengajak dan mengumpulkan manusia untuk kebaikan serta membimbing mereka kepada petunjuk dengan cara beramar ma’ruf nahi munkar.
Dari beberapa pemahaman definisi dakwah di atas, kiranya bisa disimpulkan sebagai berikut:
a.       Dakwah itu merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan dengan sengaja atau sadar.
b.      Usaha dakwah tersebut berupa ajakan kepada jalan Allah dengan al-amar bi al ma’ruf an-nahyu an al-munkar.
c.       Usaha tersebut dimaksudkan untuk mencapai cita-cita dari dakwah itu sendiri yaitu menuju kebahagiaan manusia di dunia maupun di akhirat.
Dengan demikian, dakwah juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian ajaran agama Islam kepada umat manusia. Sebagai suatu proses dakwah tidak hanya merupakan usaha penyampaian saja, tetapi merupakan usaha untuk mengubah way of thinking, way of feeling, dan way of life manusia sebagai sasaran dakwah kearah kualitas kehidupan yang lebih baik.
B.     Pengertian Ilmu Dakwah
Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata "Ilmu" dan kata "Islam", sehingga menjadi "Ilmu Dakwah" dan Ilmu Islam" atau ad-dakwah al-Islamiyah. Ilmu Dakwah terdiri dari 2 kata, yakni ilmu dan dakwah. Ilmu diartikan sebagai seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Sedangkan dakwah yang sebelumnya telah dijelaskan di atas adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam.
Beberapa ahli telah mengadakan studi tentang Ilmu Dakwah memberikan rumusan tentang pengertian ilmu dakwah dengan berbagai rumusan yang berbeda-beda, antara lain:
1.         Prof. Toha Yahya Omar, M.A, dalam bukunya Ilmu Dakwah, Ilmu Dakwah adalah suatu ilmu pengetahuan berisi tentang cara-cara dan tuntutan, bagaimana menarik perhatian untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ideologi, pendapat, dan pekerjaan tertentu.
2.         Ki Musa Al-Mahfud di dalam bukunya Fisafat Dakwah, Ilmu Dakwah adalah ilmu yang mempelajari panggilan kembali ke jalan Allah terhadap manusia yang berada di luar jalan Allah atau orang yang ada di jalan Allah, tetapi baru berdiri pada satu kaki.
3.         Muhammad Al-Ghazali, ilmu dakwah adalah program lengkap yang mencakup berbagai pengetahuan yang dibutuhkan manusia untuk mengetahui tujuan hidup mereka dan mengungkan rambu-rambu kehidupan orang yang baik.
4.         Abu Al-Fath Al-Bayanuniyy, mendefinisikan ilmu dakwah sebagai sejumlah kaidah dan pokok-pokok ajaran yang dapat menyampaikan Islam kepada manusia,  mengajarkan, dan mempraktekannya.
Sedangkan dalam Ensiklopedi bebas Wikipedia Indonesia tertulis Ilmu Dakwah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui, dan melaksanakan suatu ideologi atau agama atau pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan dakwah disebut Da’I, sedangkan yang menjadi objek dakwah disebut Mad’u.
Dari beberapa batasan pengertian tersebut, maka letak penekanannya adalah pada upaya atau proses penyampaian ajaran Islam baik melalui proses elaborasi Islam maupun konsolidasi.

C.    Pengertian Kapita Selekta Ilmu Dakwah
Dalam pengertian umumnya, kapita selekta merupakan bunga rampai karya ilmiah yang dianggap penting. Apabila dikaitkan dengan ilmu dakwah dapat diartikan bahwa kapita selekta ilmu dakwah merupakan hal-hal yang dianggap penting dari sekian banyak hal dalam ilmu dakwah tesebut. Seperti halnya, pengertian dakwah, unsur-unsur dakwah, tujuan dakwah, bentuk-bentuk dakwah, metode, media, ataupun materi dakwah yang akan diberikan.
Dengan mengetahui kapita selekta ilmu dakwah tersebut, tujuan dari ilmu dakwah yang diharapkan akan dapat tercapai dengan baik dan lancar. Karena seperti telah diketahui bahwa kapita selekta ilmu dakwah merupakan hal-hal yang dianggap penting dari ilmu dakwah, yang menjadi tiang utama dan berada di tingkat paling atas dari cabang-cabang ilmu dakwah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar